Langkahi lorong pekat...
Menancap kaki pada tiap jejak
Pelan menitih gelap.... tertindih senyap
Dingin....
menusuk tubuh berjubah lelah....
Beku
Kaku dalam hentakan waktu....
Tak ada waktu berdua denganmu......
Malam sebentar kan berlalu.......
Dan,
belum aku temukan nafasku
untuk berceloteh kepada jiwa
tentang bekal yang kan kubawa
sebagai rehat bersama malaikat
"abu Layali"
Selasa, 12 Februari 2008

Merepih,
bersama keping keping peluh yang menghujam ke bumi
Menderu,
bersama detak nadi yang luruh dalam keruh
Selangkah.....aku tengadah
Menatap senja yang membawa separuh jiwa
Ah.... aku masih disini
Terpotong waktu dan melaju tak menentu
dalam sekat jagat yang semakin berat
Entah kapan akan pergi....
Tapi....
yang jelas aku sekarat
Nanah kesombongan,
darah kenistaan
aliri tubuhku bagai parasit .....meradang, .....pilu dan kelu
Selangkah....aku tengadah
Menatap raga yang kian renta
Kemana rumah.....
kemana aku akan berbaring......
dalam asing aku tak bergeming
tak tahu aku
akan kemana aku...
ini hari saja aku belum tahu pasti
padahal...
sebentar lagi aku mati
Langganan:
Postingan (Atom)
