Rabu, 13 Februari 2008

Langkahi lorong pekat...
Menancap kaki pada tiap jejak
Pelan menitih gelap.... tertindih senyap

Dingin....
menusuk tubuh berjubah lelah....

Beku
Kaku dalam hentakan waktu....

Tak ada waktu berdua denganmu......
Malam sebentar kan berlalu.......
Dan,
belum aku temukan nafasku
untuk berceloteh kepada jiwa
tentang bekal yang kan kubawa


sebagai rehat bersama malaikat

"abu Layali"

Selasa, 12 Februari 2008


Merepih,
bersama keping keping peluh yang menghujam ke bumi
Menderu,
bersama detak nadi yang luruh dalam keruh
Selangkah.....aku tengadah
Menatap senja yang membawa separuh jiwa
Ah.... aku masih disini
Terpotong waktu dan melaju tak menentu
dalam sekat jagat yang semakin berat
Entah kapan akan pergi....
Tapi....
yang jelas aku sekarat
Nanah kesombongan,
darah kenistaan
aliri tubuhku bagai parasit .....meradang, .....pilu dan kelu
Selangkah....aku tengadah
Menatap raga yang kian renta
Kemana rumah.....
kemana aku akan berbaring......
dalam asing aku tak bergeming
tak tahu aku
akan kemana aku...
ini hari saja aku belum tahu pasti

padahal...
sebentar lagi aku mati